logo

(0341) 557789

SD Lab UM Malang

JL. Bogor, No. 19 Malang

Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang 65145

07:00 - 14:00

Senin - Jumad

logo

123 456 789

[email protected]

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

Our Programs

Program ICP (international Class Program)

Program ICP dimulai pada tahun 2006 sampai sekarang. Program ini menggunakan kurikulum nasional (K13) yang dipadukan dengan kurikulum intenasional. Dalam hal ini SD LAB UM dibawah naungan UM Cambridge Centre Institute for Developing Laboratory In Education ID 110 yang bekerjasama dengan Cambridge Assessment International Education.  Program ICP ini mengembangkan pendidikan dengan menitik beratkan pada 3 bidang studi yaitu Mathematics, Science dan English. Semuanya diajarkan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Program ICP mempunyai ujian tersediri selain ujian yang diadakan sekolah pada umumnya. Ujian ini dinamakan Progression Test yang diadakan tiap tahun untuk tiap jenjangnya dan Checkpoint test untuk tahap akhirnya.

Selain 3 bidang studi tersebut terdapat juga muatan sekolah untuk mendukung pembelajaran di kelas ICP diantaranya ICT(komputer), Bahasa Jepang, Art dan Music.

Bilingual Class Program

Program bilingual dimulai pada tahun 2010 sampai sekarang. Program ini menggunakan kurikulum nasional (k13) seperti sekolah negeri pada umumnya. Hanya saja program bilingual mempunyai jumlah jam pada muatan bahasa inggris lebih banyak dari pada sekolah negeri pada umumnya. Dengan demikian diharapkan kemampuan siswa bilingual dalam berbahasa inggris lebih meningkat. Selain pembelajaran bahasa inggris yang lebih intensif terdapat juga muatans ekolah untuk mendukung pembelajaran di kelas bilingual diantaranya art dan ICT (komputer).

Pembelajaran Komputer

Pembelajaran computer di SD Laboratorium UM telah dimulai sejak tahun pelajaran 2004/2005 sampai saat ini. Dengan fasilitas 35 unit computer, 1 unit LCD dan 2 unit kipas angin yang menempati ruang dengan ukuran 35 m2. Kurikulum yang digunakan merupakan Kurikulum Sekolah Laboratorium UM  sendiri yang tentunya terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman. Pembelajaran komputer dimualai sejak siswa kelas 4. Program yang ditawarkan dimulai dari dasar diantaranya :

  • Pembelajaran program paint
  • Pembelajaran aplikasi perkantoran yaitu Microsoft word dan Microsoft excel
  • Pembelajaran multimedia yaitu Microsoft Power point

Pembelajaran musik

Pembelajaran musik di sekolah dasar dapat dirumuskan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi rasa keindahan yang dimiliki murid melalui pengalaman dan penghayatan musik. Peningkatan rasa suka, penghargaan, dan tumbuhnya rasa musik lebih dipentingkan dibanding penekanan pada unsur-unsur musik sebagai materi pengajaran. Musik merupakan bagian dalam hidup manusia, karena musik dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas estetik (keindahan) Di SD LAB UM pembelajaran musik merupakan muatan sekolah yang sudah diajarkan saat siswa dikelas 1 dan diakhiri di kelas 6. Pembelajaran musik di SD LAB UM menggunakan media piano sebagai alat pembelajaran. SD LAB UM juga mempunyai ruang musik yang dilengkapi dengan beberapa alat piano dan komputer. Didukung oleh guru yang berpengalaman di bidang musik yang nantinya akan menghasilkan para siswa dengan kemampuan bermain piano yang handal.

Pembelajaran Art

Pendidikan seni di sekolah merupakan media pengembangan kreatifitas dan pengembangan bakat seni bagi peserta didik. Pendidikan seni memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multi kecerdasan. Melalui kesenian ungkapan perasaan seseorang dituangkan kedalam kreasi dalam  bentuk seni seperti sastra, musik, seni visual, tari dan drama, yang mengandung unsur-unsur keindahan dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain. Terdapat muatan sekolah di SD LAB UM yang termasuki dalam kategori pembelajaran seni selain seni musik. Pembelajaran “art” sudah mulai diajarkan mulai dari kelas 1. Jam pembelajaran art ini tersendiri, jadi mengajarkan anak lebih fokus untuk bagaimana menggambar dan mewarnai serta membuat komposisi gambar sehingga menghasilkan karya seni yang artistik

Pembelajaran Mengaji

Program Mengaji Metode UMMI adalah program membangun Generasi Qur’ani melalui proses pembelajaran Al Qur’an dengan menggunakan metode Ummi. yang ditujukan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan dan pembelajaran Al Qur’an yang efektif, mudah, menyenangkan dan menyentuh hati.

Program Akselerasi

Akselerasi adalah program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dengan menyelesaikan waktu belajar lebih cepat/lebih awal dari waktu yang ditentukan pada setiap jenjang pendidikan. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

 

TARGET

Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan program belajar bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa lebih cepat dibanding dengan  siswa regular. Pada satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD), dari 6 tahun dapat dipercepat menjadi 5 tahun.

 

PERSYARATAN

Siswa yang diterima sebagai peserta program percepatan belajar adalah siswa yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Persyaratan akademis
  2. Siswa masuk dalam penjaringan program akselerasi mulai kelas 4 semester I empat bulan pertama telah menyelesaikan materi semester 1 untuk semua mata pelajaran kurikulum Nasional dan Cambridge (ICP) kecuali Penjaskes dan Kertakes;
  3. Nilai raport setiap mata pelajaran minimal 80, dan nilai rata-rata raport minimal 8,5;
  4. Pada tahun kelima ( empat bulan ke lima) telah menyelesaikan seluruh materi pelajaran semua muatan semester 1 kelas 6 kurikulum Nasional dan Cambridge (ICP) dan telah terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional.
  5. Persyaratan Psikologis,

Diperoleh dari hasil pemeriksaan psikologis meliputi tes kemampuan intelektual umum, tes kreativitas, dan keterikatan pada tugas. Peserta yang lulus tes psikologis adalah mereka yang memiliki kemampuan intelektual umum dengan katagori jenius (IQ > 140) atau mereka yang memiliki kemampuan intelektual umum dengan katagori cerdas (IQ > 125) yang ditunjang oleh kreativitas dan keterikatan terhadap tugas dalam katagori di atas rata-rata;

  1. Informasi Data Subyektif, yaitu nominasi yang diperoleh dari diri sendiri, teman sebaya, orang tua, dan guru sebagai hasil pengamatan dari sejumlah ciri-ciri keterbakatan;
  2. Kesehatan Fisik, yang ditunjukkan dengan surat keterangan sehat dari dokter;
  3. Kesediaan Calon Siswa dan Persetujuan Orangtua dan Sekolah;
  4. Memiliki komitmen untuk menyelesaikan target yang sudah ditentukan;

Siswa yang sudah masuk nominasi akselerit bilamana dalam perjalanannya mengalami hambatan dan tidak mencapai target yang ditentukan, maka siswa kembali ke jalur Reguler.

Program Literasi

Gerakan Literasi Sekolah

GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

  1. TARGET PENCAPAIAN PELAKSANAAN GLS

GLS di SD lab UM menciptakan ekosistem pendidikan di SD Lab UM yang literat.

Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang :

  1. Menyenangkan dan ramah peserta didik sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar.
  2. Semua warga sekolah menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama.
  3. Menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan.
  4. Memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkonstribusi kepada lingkungan sosialnya.
  5. Mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal SD.

Program Keputrian

Kegiatan  keputrian  adalah  sarana  atau wadah  berkumpulnya  remaja  putri  untuk menambah  ilmu,  keterampilan  dan  pemahaman  mengenai  kewanitaan.  Kegiatan keputrian  dilakukan  pada  hari  Jum’at  pukul  11.30-12.30,  dimana  siswi  dibimbing  dan diperkenalkan  tentang  kedudukan  dan  hak wanita menurut  agama,  akhlak  atau  pribadi seorang perempuan, emansipasi dan kesetaraan, dan lain-lain. Selain itu didalam kegiatan keputrian,  siswi-siswi  juga  diajarkan  mengenai  ketrampilan ketrampilan  sebagaimana seorang perempuan. Misalnya saja merapikan barang milik sendiri dan keluarga, merajut, menjahit, merangkai bunga, memasak, dan lain sebagainnya.  Efektifitas  kegiatan  keputrian  dapat  memberikan  sumbangan  pendidikan  yang sangat besar pada diri siswi, namun tentu saja harus didasari dengan elemen dasar tujuan pembelajaran, sehingga target pembelajaran dapat dievaluasi dengan baik.  Pada dasarnya kegiatan keputrian dalam dunia sekolah ditujukan untuk menggali, memperkenalkan  dan  memberitahukan  bagaimanakah  menjadi  seorang  wanita  yang seutuhnya.  Dalam  hal  ini  kegiatan  keputrian  bertujuan  untuk  membantu, memperkenalkan  dan meningkatkan  pengembangan wawasan  anak  didik  khusus  dalam bidang pendidikan agama dan mengkaji tentang kewanitaan.